Mushaf Al Quran saat ini bukan hanya bisa dibeli di toko buku dekat kampus ataupun toko-toko buku besar. Saat ini, buku kuliah juga dijual melalui belanja daring atau e-commerce.

Bisnis jual Mushaf Al Qur’an tersebut memang tersegmentasi. Namun, sangat laku di pasaran. Apalagi, melihat budaya mayarakat sekarang yang kebanyakan jarang mengunjungi toko buku ataupun toko kitab.

Nurochim yang hobi membaca buku pun akhirnya terjun Mushaf Al quranke dunia bisnis jual beli online melalui bukalapak.com untuk menawarkan Mushaf Al Qur’an . Toko yang dinamakan “Saude Market” ini laris manis setelah dijual di bukalapak.com.

Beromzet jutaan rupiah dari Mushaf Al Quran

Bahkan, Mushaf Al Quran yang telah dijual oleh Nurochim mencapai ratusan buah dengan omzet jutaan per bulannya. Nurochim berharap bisnisnya dapat memberikan manfaat bagi setiap lapisan masyarakat. Apalagi, di era yang serba digitalisasi, di mana e-book juga sudah banyak diperjualbelikan secara online.

Namun, Nurochim tetap yakin kalau bisnis jualan Mushaf Al Quran fisik secara online masih tetap diminati banyak orang. Menurut dia, masih banyak yang terbiasa membaca Al Quran  secara fisik, lebih nyaman dan mudah.

Oleh karena itu, pria kelahiran Kendal ini menyikapi persaingan di bisnis onlinenya ini dengan memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari pengiriman dan ketersediaan buku, dan diskon yang kompetitif

Nurochim menyadari bisnis yang digelutinya tengah mengalami tren pertumbuhan positif. Kondisi ini mensyaratkan dirinya untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya. Dengan begitu, dia harus meningkatkan kejeliannya menangkap peluang yang ada, selalu fokus, kreatif dan memberikan terbaik pada bisnis yang digelutinya, pelanggannya dan masyarakat sekitar.

selain bergabung di market place ia juga memasarkan secara offline melalui kolega dan masyarakat sekitar. Ia berharap dengan adanya usaha penjualan mushaf Al quran ini umat islam dapat menggalakan kembali semangat membaca Al Quran. bukan mudah memang memasarkan Al Qur’an dengan produk lain, tapi dengan semangat dakwah yang membara ia terus berdoa dan berusaha agar usha ini senantiasa lancar dan mendpatkan Ridho-Nya.

%d bloggers like this: